Sebagai mahluk sosial manusia tidak terlepas dari keterkaitannya dengan manusia yang lain. Ketika seorang manusia hidup di Masyarakat maka segala haknya akan dibatasi oleh hak orang lain. Ketika kita menanam sebuah pohon di halaman rumah kita itu adalah hak kita, jenis pohon yang ditanam terserah kita, ditanam dengan cara bagaimanapun terserah kita, setelah itu mau dipelihara dengan cara bagaimanapun itu adalah hak kita juga. Tetapi ketika dahan pohon itu semakin besar dan mulai menjulur kerumah tetangga maka hak kita mulai dibatasi oleh hak tetangga kita. Artinya jika dahan pohon dan daun-daun pohon itu sudah menyusahkan tetangga kita, maka tetangga kita punya hak untuk memotong dahan pohon yang sudah masuk ke dalam rumahnya dan daun-daunnya telah mengotori halaman rumahnya. Sebagai pemilik pohon seharusnya sebelum dahan pohon kita mengganggu tetangga, kita sudah memotongnya. Tetapi jika itu tidak sampai kita lakukan kita pun tidak boleh tersinggung atau marah jika seandainya tanpa setahu kita sang tetangga yang merasa terganggu memotong dahan pohon tersebut.
Kebiasaan menyadari bahwa hak diri dibatasi oleh hak orang lain berkembang sejalan dengan perkembangan sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. John Robert Power seorang pakar kepribadian mengungkapkan bahwa sesungguhnya kepribadian manusia berkembang dipengaruhi oleh faktor Nature And Nurture. Ketika lahir seorang bayi telah memiliki faktor bawaan yang disebut dengan Nature, pembentukan kepribadiannya berkembang kemudian membentuk konsep diri senantiasa dipengaruhi oleh pengalaman batinnya ketika bersentuhan dengan konteks sosial yang berada disekeliling kehidupannya atau Nurture. Power mengembangkan sebuah konsep menarik tentang Pribadi sosial yang Matang yaitu Positive, Others people, Words, Expanding, and Realize.
Positive adalah pola kemauan seseorang untuk senantiasa mau bersikap dan berpikir positif terhadap segala hal yang terjadi disekelilingnya. Konsep positif tidak hanya diperlukan dalam pandangan kita terhadap lingkungan tetapi juga terhadap diri sendiri. Terlebih jika kita pada suatu saat berhadapan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan orang-orang terdekat kita. Konsep positive menjadi prioritas utama untuk menghindari benturan-benturan yang menyebabkan timbulnya pertengkaran atau perselisihan
Others people, Normalitas kehidupan kita dengan keberadaan kita disekeliling orang lain mengharuskan kita untuk memahami orang lain bukan hanya minta untuk dipahami oleh orang lain. Karena sesungguhnya keselarasan pergaulan di dasari oleh keberadaan interaksi kita dengan lingkungan untuk selalu menyadari bahwa jika kita ingin dipahami oleh orang lain kita pun harus memahami orang lain lebih dulu.
Words, Ketajaman kemampuan berkomunikasi dengan tepat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti akan menyebabkan orang lain tertarik dan berminat untuk berinteraksi lebih jauh dan mendalam. Pribadi yang menarik adalah ketika orang lain selalu ingin dekat dan merasa ringan ketika berkomunikasi dengan kita. Kemudahan memahami bahasa membuat orang lain mendekat dan merasa nyaman. Keterbiasaan membiasakan diri membuka komunikasi akan banyak memberikan manfaat menyelesaikan berbagai masalah.
Expanding, Keinginan memperluas pengetahuan kita tentang orang lain dan diri kita sendiri akan memperluas wawasan pola pikir dalam pembentukan konsep diri sehingga tidak selalu menganggap diri terlalu berkesungguhan. Prasangka terhadap orang lain sering timbul ketika kita tidak memiliki pengetahuan tentang orang lain dan tidak berusaha mencari tahu tentang orang lain juga. Keterbukaan sikap kita untuk menerima orang lain apa adanya dan tidak terlalu berkesungguhan dalam menghadapi diri sendiri akan membuat kita dihargai oleh lingkungan kita. Sebaliknya ketika kita menutup diri terhadap keberadaan orang lain dan terlalu menganggap diri kita dengan berkesungguhan sebagai yang paling utama, maka kita hanya akan menjadi bulan-bulanan bisikan cemooh lingkungan sekitar kita. Pada akhirnya keramah tamahan hanya menjadi basa basi saja untuk menghindari pertengkaran yang dianggap tidak perlu, karna pribadi kita dianggap tidak terlalu berharga. Pengenalan diri tidak bisa datang begitu saja menurut Ingham & Luth dalam Johan Windownya, manusia memiliki 4 (empat) daerah pengenalan diri. Yang pertama adalah daerah TERBUKA, daerah ini mencakup segala hal tentang diri kita yang kita ketahui dan orang lain juga tahu. Yang kedua adalah daerah TERSEMBUNYI yaitu segala hal yang kita ketahui tentang diri kita tetapi orang lain tidak tahu, daerah yang ke tiga adalah Daerah BUTA. Daerah ini merupakan daerah yang mencakup segala hal tentang diri kita yang tidak kita ketahui tetapi diketahui oleh orang lain. Dan Yang ke empat adalah Daerah GELAP segala hal tentang diri kita yang tidak kita ketahui dan tidak diketahui oleh orang lain. Tidak sulit untuk memahami daerah terbuka dan tersembunyi, Tetapi ketika sampai pada daerah BUTA, kita sering terpesona dengan kenyataan pandangan orang lain tentang diri kita, karena sering kali diluar dugaan kita. Pengenalan diri terhadap sisi BUTA kepribadian kita akan semakin baik bila semakin mau mendengarkan nasehat orang lain. Terbuka pada diri sendiri dan bersedia menerima kritik dari sekitar. Daerah Gelap kepribadian kita bukan tidak mungkin suatu hari berubah menjadi daerah buta, tersembunyi atau bahkan terbuka ketika tiba pada suatu saat ada sebuah peristiwa yang bisa memicu terbukanya pintu kepribadian kita yang berada di daerah GELAP tersebut.
Realize, Menyadari akan tujuan akhir dari setiap langkah kita, adalah tinjauan yang senantiasa menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan yang tepat, ketika kita berada dalam menghadapi setiap dilema kehidupan yang kita hadapi. Ketika kita dihadapkan pada pilihan-pilihan kehidupan. Seringkali kita dihadapkan pada pertimbangan-pertimbangan yang sulit, tetapi ketika kita kembali kepada tujuan langkah kehidupan kita semula maka keputusan akhirnya hanya berani atau tidak kita bersikap tegas kepada diri kita sendiri tentang prioritas utama yang akan kita pilih.
Menjadi Pribadi Yang Indah dan disukai oleh semua orang adalah idaman semua orang, tetapi Pribadi Yang Indah terbentuk dari sebuah proses pembentukan konsep diri yang tidak mudah berjalan seiring dengan pengalaman batin yang dialami tiap orang. Karena di dalam nya terbentuk dari faktor bawaan dan proses interaksi sosial dengan lingkungan yang sering kali memaksa kita untuk berbagi entah itu dengan teman, tetangga, saudara, anak, suami atau istri dll. Pribadi Yang Indah terbentuk karena senantiasa dihadapkan pada situasi untuk peduli dan Berbagi dengan orang Lain.
Rabu, 21 April 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
